Lao-Lao
Lao-Lao TV

Diskusi dan Launching aneta-papua.org

 

Sejak lama perempuan Papua telah hidup dalam pusaran sejarah panjang penjajahan, ekspansi kapital, rasisme, militerisme, dan kuasa patriarki. Kompleksitas tersebut membentuk kehidupan sehari-hari yang dipenuhi dengan kemiskinan struktural, stigma, dan berbagai bentuk kekerasan yang seolah tidak pernah berhenti. Semua ini diperparah dengan pengabaian yang sistematis terhadap suara perempuan Papua di ranah publik, amat jarang kita dengar kebijakan-kebijakan publik negara betul-betul dimaksudkan untuk memberi suara bagi agensi perempuan papua.

Kami bermaksud untuk menghadirkan ruang bagi perempuan Papua untuk menyuarakan kisah, pengetahuan, gagasan, keresahan, dan perjuangan melalui media digital yang kami beri nama Aneta. Aneta lahir dari kesadaran bahwa perempuan dan kelompok marjinal lainnya di Papua menghadapi tantangan besar dan sistematis dalam diskursus publik. Nama Aneta diambil dari nama Angganeta Manufandu, seorang tokoh pejuang perempuan yang memimpin gerakan Koreri di Byak.

Kami membayangkan Aneta hadir dengan semangat yang serupa Angganeta Manufandu: menginspirasi perempuan Papua serta kelompok marjinal lainnya yang selama ini kisah, pengalaman, dan perjuangannya tidak mendapat tempat yang memadai di tengah-tengah masyarakat.

Kami bermaksud untuk meluncurkan media Aneta Papua (Media Perempuan Papua) secara resmi kepada publik sekaligus dengan mengundang para pembicara, yang selama ini telah berkiprah di bidang pengembangan media yang berperspektif perempuan, untuk membagikan pengalamannya dalam mengelola media tersebut.

Peluncuran ini juga sebagai penanda resmi kelahiran Aneta Papua dan dimulainya visi perjalanan “Aneta sebagai ruang berpikir, berlawan, dan bertutur bagi perempuan dan kelompok marjinal untuk masa depan yang adil, setara, dan tanpa diskriminasi.”

Silahkan dinonton.

Baca Juga:  Mambesak: Ancaman Terhadap Pemerintah Indonesia

Konten Terkait

Videografis: Siapa dan Mengapa Friedrich Engels?

Redaksi

Diskusi Lao-Lao TV: Perempuan, Revolusi, dan Jalan Mengakhiri Penindasan: Sebuah Perspektif Marxis

Redaksi

Diskusi Lao-Lao TV: Teror oleh Uskup Merauke, PSN, dan Perlawanan Terhadap Kapitalisme di West Papua

Redaksi

Videografis: Siapa dan Mengapa Paulo Freire?

Redaksi

Wawancara Lao-Lao TV: Kapitalisme dan Ekosida, Solusinya Adalah Ekososialisme di Papua

Redaksi

Videografis: Kepentingan Perusahan, Situasi Buruh, dan Masyarakat Adat di Keerom

Redaksi

Kirim Tanggapan