Lao-Lao
DIskusi

Diskusi Lao-Lao TV: Perempuan, Revolusi, dan Jalan Mengakhiri Penindasan: Sebuah Perspektif Marxis

Pada 8 Maret 2026 dunia akan memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD). Sejarah lahirnya IWD tidak terlepas dari perlawanan buruh perempuan terhadap kapitalisme–pertama kali dirayakan di New York, Amerika, pada tanggal 28 Februari 1909. Pasca protes ribuan pekerja perempuan yang menuntut untuk diberikan hak suara, upah yang lebih baik, dan jam kerja yang lebih singkat.

Kemudian, melalui Konferensi yang digelar pada 1910, IWD ditetapkan untuk dirayakan tiap tahun pada 8 Maret.

Memperingati IWD tentu tidak terlepas dari perlawanan terhadap kapitalisme; perjuangan (buruh) perempuan; dan perjuangan menuntut hak suara dalam Pemilu, upah yang lebih baik, dan jam kerja yang lebih singkat.

Kapitalisme adalah sistem dominan yang menghisap kerja manusia dimana saja, tidak hanya di pabrik. Melawan kapitalisme adalah dengan teori, praktek, dan filsafat yang tepat, yaitu dengan Marxisme. Dan sejarah lahirnya IWD oleh Clara Zetkin dkk. merumuskan IWD tidak terlepas dari hal ini.

Lalu apa yang bisa kita belajar dari IWD? Apa yang bisa kita belajar dari asal usul penindasan perempuan? Bagaimana mengakhiri penindasan perempuan dan segala bentuk penindasan di Papua? Bagaimana hubungannya dengan hak menentukan nasib sendiri atau Papua merdeka?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, jangan lupa hadir dalam diskusi Lao-Lao TV dengan topik “Perempuan, Revolusi, dan Jalan Mengakhiri Penindasan: Sebuah Perspektif Marxis”.

Silahkan disimak.

Baca Juga:  Videografis: Siapakah Oscar Romero?

Konten Terkait

Diskusi Lao-Lao TV: Perang Iran Melawan Amerika-Israel, Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Papua?

Redaksi

Wawancara Lao-Lao TV: Kapitalisme dan Ekosida, Solusinya Adalah Ekososialisme di Papua

Redaksi

Diskusi Lao-Lao TV: Internally Displacedpersons, Narasi Perempuan dan Hutan

Redaksi

Wawancara Lao-Lao TV: Yerisiam di Tengah Gempuran Perusahan dan Pemekaran

Redaksi

Diskusi Lao-Lao TV: Aksi Rasisme dan Pelanggaran HAM di Papua

Redaksi

Liputan Khusus Lao-Lao TV: Berjuang untuk Hidup

Redaksi

Kirim Tanggapan