Baru awal tahun 2026, Imperialis Amerika kembali berulah. Mulai dari serangan bom terhadap Venezuela dan penangkapan Nicolas Maduro; ancaman mengambil alih Granland; melalui Indonesia kontrak karya Freeport diperpanjang hingga 2061; hingga menyerang bom Iran dan tewasnya Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin besar Iran.
Kali kita akan bicara mengenai kontrak karya Freeport yang telah disepakati antara Amerika dan Indonesia untuk diperpanjang hingga 2061.
Freeport telah meninggal luka yang sangat mendalam terhadap masyarakat adat di Timika, dan juga terhadap masyarakat di tanah Papua sejak kontrak karyawa pertama dibuat pada 1967 hingga sampai hari ini.
Hubungan Indonesia dan Amerika sudah berlangsung sejak lama. Inilah yang membuat Indonesia sangat tunduk dan patuh pada Amerika.
Tapi apa sebenarnya motif kehadiran Freeport di Papua? Bagaimana menganalisanya dari perspektif Marxis dan ekonomi politik? Bagaimana melihat kondisi objektif masyarakat, perempuan, anak yang terhadap kehadiran Freeport? Bagaimana dampak lingkungan?
Pertanyaan-pertanyaan kunci ini, juga pertanyaan lainnya akan memantik diskusi yang akan diselenggarakan oleh Lao-Lao TV dengan topik “Freeport Diperpanjang Hingga 2061, Bagaimana Nasib Rakyat Papua: Sebuah Analisa dari Perspektif Marxis”.
Silahkan disimak.
