Lao-Lao
Press Release

Sikap AMP: Mengutuk Tindakan Imperialisme Amerika Serikat!

Pernyataan Sikap Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)

“Mengutuk Tindakan Imperialisme Amerika Serikat, Hentikan Agresi Militer di Venezuela, dan Bebaskan Nicolas Maduro”

Intervensi Imperialisme Amerika Serikat yang didalangi oleh Presiden Donald Trump terhadap Venezuela pada 03 Januari 2026, dibawah pemerintahan Nicolas Maduro adalah kebrutalan Imperialisme Amerika Serikat dan penculikan terhadap Presiden Venezuela dan istrinya dengan alasan menuduh Presiden Venezuela terlibat dalam perdagangan Narkotika lintas Internasional. Penculikan serta invansi ke Venezuela dengan melakukan pengeboman menggunakan (drone) di beberapa aset vital Venezuel adalah pelanggaran kedaulatan negara Venezuela dan hukum internasional.

Sebelum Maduro, Hugo Chavez Presiden Venezuela pernah mendapatkan tantangan serupa. Amerika menculiknya pada tahun 2002 dan selama 47 jam berhasil dibebaskan oleh gerakan massa kala itu, dengan beragam penyerangan Amerika Serikat upaya pembunuhan, blockade, dan kombinasi tekanan ekonomi politik. Tetapi Hugo Chavez tidak tergoyahkan melanjutkan nasionalisasi perusahan-perusahan minyak dan menolak keterlibatan Imperialisme Amerika Serikat. Dengan sikap politik yang sama Maduro menolak tunduk pada Amerika Serikat, berbagai upaya dilakukan untuk menggulingkan Maduro pada tahun 2020 percobaan penculikan serta pengulingan pada 2019 tidak membuahkan hasil. Akhirnya berujung pada penculikan dengan agresi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026.

Menuduh maduro terlibat dalam perdagangan narkotika tidaklah benar, motif sesunguhnya adalah kekayaan sumber daya alam minyak di Venezuela, karena Venezuela memiliki candangan minyak terbesar di dunia mencapai sekitar 303 miliar barel (dikutip dari berbagai media). Hal ini membuktikan bahwa invansi militer, penculikan Maduro bertujuan agar Imperialisme Amerika Serikat ingin menguasai sumber kekayaan alam di Venezuela, dinamika ini paling relevan untuk memetakan invansi Amerika Serikat, yaitu soal Imperialisme dan kolonialisme modern.

Dua alasan yang paling relevan, yaitu pertama adalah Amerika Serikat melakukan penculikan serta invansi terhadap Venezuela adalah kepentingan ekonomi politik untuk menguasai atau menaklukkan wilayah lain, didukung penuh oleh kekuatan Imperialisme. Di buktikan dengan apa yang di sampaikan Donald Trump, bahwa ia menginginkan perubahan-perubahan Amerika Serikat masuk ke Venezuela dengan dalil memperbaiki ekonomi di Venezuela.

Baca Juga:  AMP: 23 Tahun Biak Berdarah, Negara Segera Bertanggung Jawab

Kedua adalah melemahnya politik kiri di Amerika Latin, seperti faktor krisis ekonomi yang melemah, intervensi kaum kanan yang meningkat, dan problem internal di Venezuela. Kemudian catatan krisis ekonomi meningkatkan signifikan beberapa tahun terakhir di Amerika Latin yang notabenenya ada kaum gerakan kiri progesif yang juga aktif serta terlibat di parlemen, misalnya Kuba, Peru, Mexsiko dan titik melemah ini menjadi ancaman serius bagi imperialisme Amerika Serikat, serta sekutunya untuk menginvasi negara Amerika Latin yang notabenenya adalah Sosialisme Abad ke-21. Membangun negara yang anti terhadap penindasan terhadap sesama manusia, membangun tatanan masyarakat tanpa kelas, dan penghisapan, tapi invasi Militer sedang genjar di Venezuela dengan berbagai alasan yang tidak berbobot, yang juga invasi militer tersebut di perintahkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebab tindakan Trump adalah menelanjangi dirinya sendiri (mempertontonkan kegoblokannya di mata di dunia) sekali lagi Amerika Serikat tidak punya hak sepenuhnya untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro karena Venezuela adalah negara yang sudah merdeka sendiri secara sah pada tahun 1830. Tujuan Amerika Serikat menyerang Venezuela demi melanggengkan kekuasaannya serta mengontrol minyak di Venezuela. Meredam Gerakan kiri revolusioner di Amerika Latin, termasuk di Venezuela. Sehingga ada upaya pembasmian yang dilakukan oleh Imperialiame Amerika Serikat. Ini bukti bahwa Imperialisme ingin untuk menguasai dunia dengan kepentingan kapitalisme monopoli (imperialisme).

Tindakan Imperialisme Amerika Serikat memonopoli, melakukan ekspansi, eksploitasi, akumulasi terhadap negara-negara yang dianggap terbelakang dalam artian negara berkembang termasuk Indonesia, siasat Amerika Serikat demi perdagangan di mana-mana dan Indonesia bagian dari bonekanya Amerika Serikat membuktikannya dengan keberadaan PT Freeport Mc Moran selama 59 tahun di Papua sejak tandatangan kontrak kerja pada 07 April 1967 di bawah rezim Soeharto beserta investasi asing di Indonesia, sejak awal kontrak kerja PT Freeport Mc Moran di Papua terdapat kejanggalan, memanipulasi sejarah perjuangan rakyat Papua. Laporan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tekah membuktikan itu. Ini genosida yang terabaikan. Inilah awal mula wajah Imperialisme Amerika Serikat menduduki tanah Papua. Hal tersebut menunjukan bahwa malapetakan serta selalu dimulai dengan penipuan tergambar jelas dalam pengulingan Saddam Hussein di Irak tahun 2003, dengan menuduh Hussein terlibat dalam terorisme, padahal tuduhan tersebut tidaklah benar, namun motif sesungguhnya adalah minyak di Irak, pola yang sama dilakukan terhadap kudeta Salvador Allende di Chille tahun 1973, Patrice Lumumba di Congo tahun 1961 karena jadi ancaman terhadap Amerika Serikat atas kekuasaannya.

Baca Juga:  Bangkit Lawan Penindasan, Selamatkan Kehidupan Bangsa Papua

Amerika Serikat adalah Imperialisme yang menunjukan dirinya terkuat di dunia, sebab hampir separuh dunia dikontrolnya. Kekuasaannya bukan demi kemakmuran bersama, melainkan demi kepentingan segilintir borjuis. Kepentingan borjuis adalah uang serta kekayaan inilah yang mengorbankan ribuan nyawa di Gaza, Irak, dan rakyat Papua terus menjadi tumbal demi keserahkaan kapitalisme.

Melihat dinamika ekonomi politik serta konflik di Venezuela lantas apa yang harus dilakukan? Tidak ada cara lain hanyalah dengan kekuatan rakyat tertindas di seluruh dunia, menjadi senjata paling ampuh untuk melawan dan menghancurkan Imperialisme Amerika Serikat. Solidaritas terhadap kelas tertindas adalah senjata yang jitu, karena itu berjuang melawan Imperialisme adalah tanpa syarat apapuan. Sebab kapitalisme monopoli atau imperialisme adalah musuh bagi semua kelas tertindas di dunia, yang menginginkan untuk mewujudkan surga di bumi atau manusia tanpa penindasan, yakni sosialisme.

Soidaritas rakyat terhadap Venezuela menyerukan kepada seluruh rakyat sipil, gerakan untuk menyatakan sikap dan mengambil tindakan nyata dalam aksi solidaritas, kampanye publik untuk menghentikan agresi militer di Imperilis Amerika Serikat terhadap Venezuela. Menolak penjajahan, memperjuangkan dunia yang damai dijamin oleh keadilan sosial dan kedaulatan rakyat, bukan oleh bom, pendudukan militer, dan kapitalisme monopoli atau Imperialis.

Sebagai dari sikap perlawanan terhadap Imperialis tersebut, menuntut Pembebasan Presiden Nicolas Maduro dan Istrinya segera hentikan kekerasan bersenjata dan perang monopoli ekonomi politik. Penegakan terhadap hak menentukan nasib sendiri rakyat Venezuela dan negara yang masih mengalami penajajahan seperti Papua, Palestina, Kanaki, Sahara Barat, dan Catalonia tanpa intervensi asing.

Untuk itu, bersatu melawan Imperialisme Amerika Serikat adalah kewajiban untuk menghancurkan kapitalisme monopoli atau Imperialisme, yang mengkoloni bangsa-bangsa terjajah, termasuk bangsa Papua, maka kami, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Pusat, 12 Komite Kota, dan satu sektor menyatakan sikap:

Baca Juga:  Psikologi Lingkungan Era Otonomi Khusus Papua: Modefikasi Trilogi Penjajahan

Pertama: Mengutuk tindakan Imperialisme Amerika Serikat yang melakukan serangan militer terhadap Venezuela;

Kedua: Kami bersama Nicolas Maduro dan rakyat Venezuela dalam melawan Imperialis Amerika Serikat; 

Ketiga: Kami mendukung penuh rakyat Venezuela melawan Amerika Serikat;

Keempat: Segera bebaskan Nicolas Maduro dan Cilia Flores tanpa syarat; dan

Kelima: Mari bersatu melawan Imperialis Amerika Serikat dan bangun solidaritas seluas-luasnya.

Solidaritas untuk Rakyat Venezuela dan Revolusi Bolivarian!

Lawan Imperialisme Amerika!

Hancurkan Kapitalisme!

Hancurkan Kolonialisme!

Lawan Militerisme!

Konten Terkait

Proklamasi 14 Desember 1988: Aktualisasi Visi Zending I.S.Kijne Untuk Kemerdekaan Orang Papua

Philipus Robaha

Press Release: Hentikan Diskriminasi Terhadap Keluarga Korban Mutilasi di Timika

Redaksi

Pembebasan Nasional atau Nasionalisme?

Surya Anta

Press Release: Penolakan Pembangunannya Jembatan dan Tol Laut di Kimaam Merauke

Redaksi

Bangun Budaya Pendidikan yang Dialogis dan Emansipasi di Yahukimo

Louis Kabak

Bupati Jayapura Diminta Cabut Izin PT. Permata Nusa Mandiri di WIlayah Grime Nawa

Redaksi

Kirim Tanggapan